RCTI Kejar Rating, Bagaimana Kulitasnya

March 26, 2019 @ 1:40 am

Setelah saya mencatat 2 tulisan sebelumnya dengan bahasa anak muda, ternyata tidak sedikit pembaca yang memberi komen di kolom komentar dengan bahasa yang lebih baku dikomparasikan saya. Sehingga mulai tulisan kali ini, saya akan mencatat dengan bahasa yang lebih baku dan mengupayakan lebih kritis pastinya. Hari ini saya akan membicarakan lagi suatu stasiun televisi di Indonesia. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) ialah televisi nasional tertua kedua di Indonesia. Berdiri semenjak tanggal 24 Agustus 1989, tv online RCTI kini telah menjadi di antara “Raja Televisi Indonesia” bila disaksikan dari rating AC Nielsen dipimpin oleh suatu program televisi yang tentunya sudah tidak asing. Ya, Anak Jalanan.

Sinetron Anak Jalanan yang fenomenal ini sukses bertahan di puncak rating harian acara televisi Indonesia sekitar berbulan-bulan. Hal ini yang dapat mempertahankan posisi RCTI sebagai televisi dengan rating harian tertinggi diantara televisi Indonesia lainnya. Apa akibat dari meledaknya sinetron Anak Jalanan dan bertahannya RCTI di puncak data rating?

Akibatnya sinetron Anak Jalanan paling sulit dihentikan penayangannya walaupun tidak sedikit pihak yang berbicara sinetron yang tidak mendidik lah, mengajarkan pacu liar, dan lain-lain. Kenapa? Sederhananya, sebab yang menyenangi sinetron itu lebih tidak sedikit daripada yang membenci sinetron tersebut. Karena bila yang benci lebih banyak, maka ratingnya tidak bakal setinggi ini. Jadi, kalau kamu ingin suatu acara televisi guna dihentikan penayangannya, mesti dibuka dari diri anda. Jangan menyaksikan acara tersebut. Hanya tersebut yang dapat kita dilaksanakan di samping wewenang Komisi Penyiaran Indonesia dalam menyerahkan sanksi pastinya.

Sinetron Anak Jalanan yang paling fenomenal secara rating ini secara tidak langsung juga ikut menyukseskan atau menambah jumlah pemirsa acara-acara yang tayang sebelum dan setelah acara itu pada stasiun televisi yang sama. Salah satu acara yang paling terbantu ratingnya oleh sinetron Anak Jalanan ialah sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang ratingnya turut stabil di jajaran atas rating berkat sinetron Anak Jalanan.

Di samping itu, apa akibat lain dari tingginya rating RCTI? Acara yang mempunyai rating tidak cukup memuaskan tidak bakal tayang dalam jangka masa-masa yang lama atau sampai program itu selesai. Sebut saja sejumlah drama korea RCTI akhir-akhir ini yang tayang pada jam siang. Penentuan panjang-tidaknya penayangan suatu drama dapat disaksikan dari 2-3 episode awal. Jika dalam 2-3 episode awal, drama itu mempunyai rating tidak cukup memuaskan pihak stasiun televisi, maka tidak boleh harap kamu dapat menonton drama tersebut sampai usai. Dari sejumlah pengalaman sebelumnya, streaming RCTI berani menghentikan penayangannya walaupun baru memasuki sejumlah episode mula dan menggantikannya dengan drama lainnya. Hal ini yang membuat tidak sedikit penggemar drama korea kecewa dan malas menyaksikan drama korea di RCTI. Apa kamu salah satu yang pernah dibuat kecewa oleh RCTI tentang dramanya?

Di samping dikenal sehubungan dengan sinetronnya, RCTI pun dikenal dengan acara talent search atau penelusuran bakat. RCTI dikenal “memonopoli” penayangan ajang-ajang penelusuran bakat di Indonesia. Gelombang penelusuran bakat ini dibuka dengan penayangan Indonesian Idol season 1 yang tayang tahun 2004. Karena rating yang memuaskan pada ketika itu, Indonesian Idol terus ditayangkan nyaris setiap tahun walaupun ada sejumlah tahun tidak diselenggarakan.

Namun pada penyelenggaraannya akhir-akhir ini, jumlah pemirsa yang menyaksikan ingin berkurang. Mungkin karena jenuh dengan bentuk kompetisi yang laksana itu-itu saja. Maka RCTI menyimpulkan menyelenggarakan X-Factor Indonesia sekitar 2 season disebabkan rating X-Factor season 1 mempunyai rating yang paling meledak sebab lahirnya seorang idola baru, Fatin, walaupun penayangan season 2-nya tidak cukup meledak.

Ditengah jeda antara kedua season X-Factor Indonesia, RCTI-pun mengadakan sebuah ajang penelusuran bakat, Rising Star Indonesia. Ajang ini gaungnya paling sepi dan tenang dibanding ajang-ajang penelusuran bakat sebelumnya. Ratingnya juga tidak pernah masuk Top 20 dalam jajaran rating. Itu juga yang mendorong RCTI guna mempercepat finalnya dengan menciptakan final yang dibuntuti oleh 4 kontestan sampai-sampai acaranya dapat berlalu lebih cepat. Setelah “kegagalan” penayangan Rising Star Indonesia, RCTI pun mengupayakan kembali menerbitkan produk baru rasa lama (karena pernah tayang di televisi beda sebelumnya) yakni The Voice Indonesia (season 2). Acara ini sempat meledak pada awal-awal penayangannya sampai-sampai sempat menginjak 5 besar rating Indonesia pada babak Blind Audition nya (babak audisi khas The Voice). Namun seiring berjalannya acara ini, seakan pemirsa mulai jenuh sehingga ratingnya menurun.

RCTI pun dikenal dengan acara musik pagi-paginya. Ya, Dahsyat. Walaupun acara musik ini ialah acara yang “tidak benar-benar musik”, tetap saja acara ini bisa menjadi di antara tempat untuk musisi mengindikasikan karya mereka. Di samping itu, RCTI pun sesekali menyelenggarakan konser-konser musik dengan tema atau ide-ide yang berbeda. Misalnya, mereka pernah menayangkan Mega Konser Dunia dimana mereka mengundang artis mancanegara (Arkarna, Jess Glynne, dll), Konser Satu Project (Iwan Fals dengan band-band Musica), serta Konser Disney. RCTI pun pernah menghadirkan lomba masak, MasterChef Indonesia.

Mengenai judul diatas “TV Rating, Lalu Kualitasnya?”, yang mesti dipahami ialah bahwa rating tidak bersangkutan dengan kualitas. Bisa jadi suatu acara yang mempunyai kualitas baik mendapat rating yang buruk ataupun sebaliknya. RCTI, yang kita kupas kali ini, mempunyai rating yang relatif tinggi guna progran-programnya. Namun apakah kualitasnya pun lumayan baik? Untuk sejumlah programnya laksana sinetron, acara musik pagi-pagi, serta sejumlah acara talk show masih butuh tidak sedikit peningkatan pada kualitas acara, baik dari pemilihan talent pengisi acara maupun konsep acara. RCTI ini pun adalahsalah satu stasiun televisi Indonesia yang secara statistik mempunyai jumlah teguran KPI yang lumayan banyak.

RCTI pun kerap dicurigai mengerjakan “permainan” dalam menyelenggarakan sebuah penghargaan. Apa maksudnya? Banyak masyarakat yang merasa sinis menyaksikan acara-acara penghargaan yang dilakukan di RCTI. Banyak yang memandang RCTI kerap menggali keuntungan dengan memenangkan acara atau artis-artis televisi mereka. Dalam urusan ini, RCTI barangkali harus menambah transparansi sampai-sampai publik lebih menghargai acara-acara penghargaan tersebut. Apakah kamu juga tergolong pihak yang “mencurigai” hasil penghargaan dari pihak RCTI?

Dalam menyelengarakan ajang penelusuran bakat, RCTI sudah mengerjakan tugas yang lumayan baik disaksikan dari tidak berlebihannya gimmick di masing-masing acara tersebut. Namun masih tidak sedikit aspek yang mesti dibetulkan seperti panggung, lighting, tata kamera, serta yang sangat saya rasakan yakni sound system dalam acara-acara tersebut. Apakah kamu merasakan urusan yang sama? Jika pihak RCTI dapat membetulkan aspek-aspek yang saya sebutkan diatas, pastinya acara itu akan terasa lebih megah. Di samping itu, proses voting pada sejumlah ajang penelusuran bakat yang masih dilakukan menggunakan sms pun seharusnya diganti memakai tata teknik yang lebih canggih misalnya melewati online voting laksana yang telah diterapkan di Rising Star dan sejumlah ajang penelusuran bakat di televisi lain.

Kesimpulan: RCTI sebagai televisi telah mempunyai pangsa pasar yang jelas yakni orang yang tertarik menonton sinetron, ajang-ajang penelusuran bakat, serta sepakbola sebab RCTI pun dikenal sebagai stasiun televisi yang gemar menyiarkan liga sepakbola dunia (Euro, La Liga, dll). Setelah mempunyai pangsa pasar yang jelas, selanjutnya RCTI dapat menciptakan program-program yang lebih berkualitas. Dengan itu, rating dan kualitas acara RCTI dapat berlangsung sejalan sebab sudah waktunya RCTI sebagai di antara stasiun televisi tertua di Indonesia memberikan misal kepada televisi lain tentang tayangan yang berkualitas.

Anak-anak suka main kartu

Main kartunya di depan teras

RCTI tetap menjadi televisi nomor satu

Yang menghibur dan berkualitas

Ini semua melulu pendapat saya, bila kamu punya pendapat yang berbeda, tidak boleh sungkan-sungkan menulisnya di kolom komentar di bawah ini. Jika kamu setuju, kamu dapat menyebutkan penguatan gagasan dari artikel saya. Saya pun terbuka dalam menerima masukan misalnya tentang apa yang bakal saya bikin menjadi gagasan tulisan di artikel-artikel berikutnya. Mohon maaf bila ada salah-salah kata. Jangan lupa, tetap dukung pertelevisian Indonesia bareng BryanTvHardi!

Author Vaunparly Category Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *