gejluk sanaji

Pemburuan Liar Trulek Jawa

March 25, 2019 @ 7:52 am

Pemburuan Liar Trulek Jawa

Gejluk Sanaji – Salah satunya jenis burung langka dataran rendah endemik Jawa yang dikatakan sudah punah yakni burung Trulek Jawa . Trulek jawa yang mempunyai nama latin Vanellus macropterus adalah salah satunya jenis burung langka yang berada di Indonesia yang terancam punah.

gejluk sanaji

Keberadaan area basah sebagai habitatnya makin berkurang sebab dialih-fungsikan untuk tempat pertanian, permukiman, atau untuk tambak.

Trulek Jawa memiliki rutinitas tinggal pada lokasi rawa yang cukuplah luas,muara sungai, dan genangan air pada tempat basah pada saat musim hujan.

Burung Trulek Jawa termasuk juga salah satunya jenis burung endemik Jawa yang mempunyai habitat pada lokasi rawa yang luas. Contohnya seperti padang rumput luas yang banjir pada saat musim hujan.

Jadi kelestarian tempat basah begitu berperan untuk kelestarian keberdaan burung Trulek Jawa ini, lebih untuk keselarasan ekosistemnya.

Tempat basah termasuk juga daerah peralihan daratan dan perairan yang tetap tergenangi oleh air. Jadi untuk flora yang ada di habitat itu sangatlah khas.

Terdapatnya burung Trulek Jawa dapat jadi sinyal tanda alami kualitas lingkungan yang berada di tempat basah itu. Menurut dari data IUCN paling baru saat tahun 2013, jumlahnya populasi Trulek Jawa ini demikian kecil.

Diprediksikan masih tetap kurang dari 50 individu saja. Jumlahnya populasi yang begitu bisa saja alami penurunan ini, dikarenakan oleh aspek masalah manusia dan konversi habitat untuk budidaya serta pertanian, dan aspek perburuan.

Kepunahan Trulek Jawa

Intimidasi dari kepunahan Trulek Jawa ini yakni permasalahan tempat dari habitat asli yang telah berubah jadi lokasi agro-industry farming atau tempat pertanian.

Lalu menjadi daerah budidaya air tawar, yaitu tambak. Serta ancaman tempat pertanian dan tempat tambak ini meneror semua ekosistem dengan signifikan.

Perihal sebagai ancaman setelah itu yakni dampak dari perburuan liar yang menggunakan senapan angin seperti gejluk sanaji serta penangkapan hewan-hewan yang makin bertambah hebat.

Jadi jadikan kematian spesies jadi bertambah cepat bahkan juga punah. Intimidasi yang sering berlangsung pun yakni kegiatan manusia dan pemakaian tempat untuk pembangunan.

Tempat Basah yang berada di Indonesia duga sangkanya 20% dari luas daratan yaitu dengan luas sampai sampai 40juta hektar. Akan tetapi sekarang ini jumlahnya begitu berkurang.

Di Indonesia sendiri hampir memiliki sangat banyak ekosistem tempat basah dalam dunia. Namun saat ini, tempat itu banyak berubah manfaat jadi tempat pertanian, tambak, dan pemukiman masyarakat.

Kurangnya pengetahuan dan penyuluhan jadi faktor penduduk yang pada akhirnya manfaatkan tempat itu untuk perihal yang makin menguntungkan, serta tentunya berguna buat mereka.

Tempat basah yang rusak tidak akan memberi dukungan jumlahnya populasi burung air yang besar. Ekosistem mangrove dan hamparan lumpurnya.

Terpenting rawa termasuk juga jenis habitat tempat basah yang disukai burung Trulek Jawa dalam mencari makan, tumbuh, dan berkembang. 1lesscar.com

Oleh karenanya muncul banyak dukungan pelestarian tempat basah dan konservasi burung-burung yang mulai langka pada habitat tempat basah itu. Kepunahan burung begitu disayangkan. Gejluk Sanaji

Author Vaunparly Category Satwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *